Teka-Teki Silang


Jaman masih SMA dulu, setiap hari Minggu tiba, saya dan ayah selalu berebut Koran Kompas Minggu.  Kami berdua mengejar satu rubrik: ruang teka teki silang. Ya, teka teki silang –bukan profil, bukan cerpen.

Siapa yang berhasil mendapatkan koran hari itu, ia berhak mengisi rubrik teka teki silang semampunya –sesuai dengan pengetahuan yang dimiliki, tanpa bantuan kamus.

Setelah mati langkah, tak bisa mengisi lagi, maka jumlah pertanyaan yang bisa diisi dengan benar, dihitung, dianggap poin yang berhasil dikumpulkan. Pengisi berikutnya menjawab pertanyaan yang tersisa, lalu dihitung poinnya. Pemilik poin tertinggi boleh menentukan menu makan siang hari itu. Setelah itu, kami berdua mencatat pertanyaan yang tak terjawab dan mencari tahu lewat ensiklopedia dan kamus.

Kebiasaan ini berlangsung terus, dan bahkan menular ke pacar –yang kemudian jadi suami, dan akhirnya pada anak juga.

Ketika pertama kali dikenalkan dengan kegiatan teka teki silang ini, jujur saya menganggapnya tidak penting. Malah mengganggu kenikmatan tidur lebih lama di hari Minggu. Menurut saya -waktu itu- menjawab pertanyaan yang dibuat-buat, sok aneh, sok sulit, sungguh membuang waktu dan mengada-ada. Kegiatan lain yang lebih perkasa dan mencatat prestasi yang lebih bombastis, banyak! Mengapa saya harus menghabiskannya dengan kotak-kotak kecil yang disusun sesuka pembuatnya itu?

Sungguh, kalau bukan karena ayah begitu mendesak dan pemaksa, saya tak akan mau membuang waktu pagi hari dengan kotak-kotak hitam putih itu. Tetapi setelah menjalaninya dengan taat hampir setiap minggu, saya jadi ketagihan. Rasanya nikmat sekali setelah berhasil menemukan kata-kata dan info baru, jawaban dari pertanyaan TTS itu. Apalagi kalau bisa memberi tahu teman lain (tepatnya sih mau pamer, sok tahu gitu deh), senang! Lama setelah itu, saya melihat TTS punya efek lain pada ayah, suami dan anak. Ternyata teka teki silang, sangat berjasa bagi kinerja otak kita. Lewat pertanyaan yang harus kita jawab, otak bekerja keras mengorek data yang pernah kita tanamkan dan mengeluarkannya kembali. Dan kalau yang ditanya itu adalah hal baru, otak merekamnya dengan cepat.

Teka teki silang memang hal biasa. Tetapi manfaat yang ia berikan kepada otak kita, bisa luarbiasa. Kalau saat ini Anda merasa sering lupa hal-hal sepele, peristiwa beberapa tahun lalu sudah hilang dari ingatan, bagaimana kalau mencoba mengisi teka teki silang. Dijamin bermanfaat!  Coba dan buktikan sendiri.

(PS: Pilih teka teki yang dibuat dengan baik. Salah satu yang berkualitas adalah keluaran Kompas Minggu. Sungguh, ini bukan promosi).

*) pernah dimuat di http://www.preventionindonesia.com

About rgaudiamo

a mother, a writer, an occasionally singer
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

3 Responses to Teka-Teki Silang

  1. renny Silfia says:

    Kegiatan yang mengasyikkan. Tapi, kalau sudah mentok dan ga tahu jawabannya. Dongkol-nya dua minggu karena nunggu kunci jawaban terbit.

    Kompas Minggu memang berkualitas apalagi yang edisi super tts/jumbo. Saya juga tidak promosi loh..

    Like

  2. en-emy says:

    Ah sama! Waktu kecil, aku dan kakakku dulu2an bangun pagi supaya bisa isi TTS Kompas. Aku pasti manyun kalau sudah terisi. Tersenyum puas kalau bisa mengisi kolom2 kosong yang tak terjawab si Kakak.

    Justru TTS ini yang bikin aku jadi buka dan baca RPUL (Ringkasan Pengetahuan Umum Lengkap) karena penasaran mau tahu nama Kantor Berita Bosnia, misalnya. Karena dulu belum ada Om Gugel. Ahahahaha.

    Dipikir-pikir, sudah lama juga ritual itu nggak kami lakukan.
    Isi TTS lagi, ah! :p

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s