Doaku Untukmu


Sudah tiba bulan terakhir ini jantung saya berdebar lebih kencang setiap kali melewati jalan Samratulangie. Setiap pagi, dengan harap-harap cemas, saya melirik ke kiri, dan bila mata saya masih menemukannya berdiri di situ, jantung kembali normal. Dia, adalah sebuah rumah berlantai dua (jalan Samratulangie 27), dengan jendela dari kaca berwarna. Ada plat kuningan di tembok depan, entah bertulisan apa. Jangan tanya rumah bergaya apa itu, karena saya tak paham. Tetapi yang pasti, itu rumah dari jaman lalu.

Selama beberapa bulan terakhir ini, rumah yang cantik itu mulai dipasangi spanduk dan papan pengumuman: siap dijual. Bahwa rumah itu akan berpindah tangan, silakan saja. Yang membuat saya khawatir adalah, bagaimana kalau pemilik rumah yang baru akan menghancurkan rumah yang indah itu dan membuat rumah baru dengan pilar gaya kerajaan antah berantah atau kaca lebar dan tembok warna kelabu yang sekarang sering disebut dengan gaya minimalis itu.

Bangunan tua, tidak jelek. Menurut saya bangunan yang menampilkan gaya arsitektur jaman tertentu justru harus dibiarkan berdiri apa adanya. Dharmawan, seorang teman yang aktif di Wali Batu, malah berjuang mati-matian menyelematkan berbagai bangunan tua yang ia kenal. Seperti minggu lalu -misalnya- ia mengirim pesan pendek ke semua teman, minta kami menanda-tangani petisi untuk mempertahankan keberadaan sebuah rumah tua di Tangerang.

Bangunan baru, memang bersih, beda. Tetapi bangunan tua dengan segala ciri khasnya, memberi warna pada sebuah kota. Bangunan tua, memberi wibawa pada sebuah kota: menunjukkan ini kota lama, tumbuh di masa lalu dan terus berjaya hingga sekarang. Lihat New York. Bangunan tuanya bertebaran di sekujur kota. Hidup tentram dan damai bersama bangunan baru. Ketika film Pearl Harbour butuh lokasi shooting tahun 45, ada banyak tempat yang bisa dimanfaatkan. Di sini? Saya jamin Mira Lesmana sempat kerepotan cari lokasi ketika harus membuat Gie. Bagaimana kalau ada yang ingin membuat film tetralogi Pram yang mensyaratkan setting masa lalu? Nyaris semua penanda itu hilang. Tak kembali lagi. Tak terlacak. Tak dikenal.

Kepada gedung dan rumah-rumah tua, doaku sertamu. Semoga semakin banyak mata melihat dan setuju bahwa kalian indah adanya. Lalu mata-mata itu menggerakkan hati dan tangan dan kaki untuk menjaga keberadaanmu. Bukan menghancurkanmu hingga hilang tak berbekas.

Semoga.

About rgaudiamo

a mother, a writer, an occasionally singer
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

3 Responses to Doaku Untukmu

  1. sri tanti wahyuni says:

    KISAH SEDIH SANG BONEKA KOALA

    Saat q lihat sebuah boneka koala di sebuah Toko di Timika-Papua…hatiku tersentuh ingin memilikinya..
    Kenangan 25 thn lalu kembali teringat dlm htku…
    Aku yg dulu kecil…menangis sedih demi sebuah boneka, saat tahu boneka panda kclku yg lusuh hilang entah kemana…
    Tiada yg bisa menggantikanku dg semua mainan lain yg indah dan lucu2.
    Aku hny ingin boneka panda kecil dg warna hitam putihnya kembali…
    Saat itu mamaku bingung dan berusaha menenangkan diriku spy aku diam…
    Dalam pelukannya yg hangat, dia membelai diriku dg kasih sayang…
    Dia berkata akan berusaha mencari boneka pandaku.
    Akupun terdiam waktu itu, dlm bayanganku, esok pasti mamaku akan membawaku sebuah boneka yg lucu itu kembali…
    Esok harinya, mama memanggilku dan memberi kejutan untukku…
    Sebuah boneka mirip boneka pandaku yg hilang…
    Aku bingung..boneka apakah ini???
    Saat kuamati, mata kelihatan kecil dan sipit..tapi hidung kelihatan besar..
    Boneka itupun kutimang-timang dan kusayang-sayang…
    Waktu itu aku baru tahu bahwa boneka itu adalah Boneka Koala…
    Meski tdk baru, dan aku baru mengenalnya, tapi aku sangat suka dg boneka itu…
    Tiap malam saat aku tidur, mamaku menceritakan pengalaman indah sang Putri Koala dan sang Pangeran Koala di negeri dongengnya…
    Ya..boneka koala tsb adalah pemberian seseorang yg sangat dicintai mamaku..
    Dia adalah keluarga satu2nya yg telah meninggalkannya pergi ke Negeri Bunga di Belanda…
    Andai mamaku rindu, dia akan selalu mnceritakan pengalaman hdpnya bersama adiknya, dg mengusap lembut kepala sang boneka…
    Dia menasehati diriku supaya selalu mengenang kebersamaan dg kenangan spt di dirinya.
    Waktu tlah berlalu…
    Kini aku Rindu dg mamaku…
    Oh boneka Koala…mengapa kini aku jd teringat semuanya???
    Tiada lagi yg bisa mengenangmu, krn kenangan itu hny bs kurasakan dg melihatmu…
    Meskipun saat ini dlm rupa dan warna apapun, tp aku msh bisa mengenalimu..
    Bonekaku sayang…suatu saat kan kuceritakan pada anakku tersayang..betapa hebatnya pengalamanmu untukku, shg sebuah boneka kecil yg lusuh bisa menghidupkan kenangan kerinduanku…
    Kini mamaku tlah tdr abadi dlm buaian malam sang waktu…dan boneka koala yang tlah diberikannya, kini entah hilang kemana….tapi meski hilang entah kemana.. skg aku tlh menemukan kembali dlm darah dan hatiku..semangat kerinduan dan semangat kedewasaan yg terpupuk darinya akan abadi dlm hidupku..
    Boneka Koala yg kini kulihat ditoko Koala Mall adalah boneka koala dg warna kuning…dan itulah Toko dimana aku sekarang bekerja…
    Dan maskot dari Toko tsbt adalah Sang Koala Kuning yg dg gagah bertengger dlm Poster atas Toko Koala Mall.
    Aku tersenyum…kenangan masa kecilku dpt kuingat kembali, disaat aku rindu akan mamaku…
    Terima kasih Mama…aku berjanji, kan kuceritakan Koala darimu dan Koala dariku untuk anakku tercinta.
    Boneka Koala…tetaplah hidup dlm kenangan bersamaku, dan bersama sahabat dan keluargaku…
    Aku bahagia…kisah Boneka Koalaku akan hdp sepanjang masa…meski dimanapun aku tinggal..dan aku ingat…
    Karena waktu tiada terulang kembali, waktu telah mngambil mamaku tersayang….akan tetapi waktu jua yg telah mengenalkan aku dg Boneka Koalaku…
    Kini kan kusayang2 Boneka Koalaku sayang, dlm buaian manja anakku…..

    By : Tanti

    Like

  2. en-emy says:

    Kangen baca tulisan-tulisan mu Mbak. Diapdet lagi dong blognya. Tulisan yang sudah pernah muat pun tak apa. Siapa tahu aku belum baca. Hehe. Btw, kapan2 mampir di blogku ya Mbak. Baru mulai nulis blog nih (telat banget). Hehehe.

    -emy-

    Like

    • rgaudiamo says:

      Hi Em! Habis baca komentarmu, jadi semangat lagi. Dan sambil menunggu ilham untuk tulisan baru, yang lama aku tayangkan. TERIMA KASIH, ya EM sudah mau menyemangati aku. *hugs+kisses: miss you mucho!

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s