Tak Dipikir = Tak Ada?


Seorang teman yang baru saja menghabiskan nasi dan semangkuk tongseng kambing, meledek menu makan siang saya: gado-gado. 

“Red, sok sehat banget sih lu? Makan tuh yang nikmat, enak di mulut, berasa di perut! Gue nih, biar udah asam urat, kolesterol tinggi, nggak pusing.” Tak pusing? Bagaimana bisa?

“Soal gangguan kesehatan, itu soal pikiran. Kalau dicuekin, nggak dipikirin, pasti nggakakan jadi penyakit. Semua ini kekuatan pikiran!” begitu katanya. Benarkah?

Saya tak setuju dengannya.

Pikiran, memang punya kekuatan. Mampu mengendalikan banyak hal: dari tubuh sendiri sampai dunia. Tetapi benarkah pikiran bisa meredam tubuh untuk tidak bereaksi ketika ia menderita? Tidak bisa. Tak dirasakan, mungkin bisa. Tetapi kekacauan yang terjadi dalam tubuh, tak bisa diredam. Tubuh akan berteriak lewat alarm-alarm yang ia kenal: munculmigraine, asam urat, kadar kolesterol super tinggi, penyumbatan, darah tinggi, jantung, kanker…

Mau nggak dipikirinDicuekin supaya pergi sendiri? Oh, tak akan! Segala gangguan itu akan terus ada, dan bahkan semakin hebat kalau dibiarkan tak terdeteksi.

Jadi apa yang harus dilakukan? Pikirkan kesehatan kita. Lalu ambil tindakan yang diperlukan. Periksa kesehatan, jaga makanan, bergerak teratur. Lalu pikiran? Oh, gunakan itu untuk mengendalikan niat hidup sehat. Itu baru benar.

Itu yang harus kita lakukan sekarang.

Ayo: pikirkan, lakukan, kendalikan!

About rgaudiamo

a mother, a writer, an occasionally singer
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s