Pada Sebuah Sesi Wawancara -catatan dari seberang meja


Young Businesswoman Standing OutWawancara adalah satu titik penting ketika kita bertekad masuk dunia kerja. Nah, bicara soal sesi wawancara, saya ingin berbagi cerita sedikit.

Pada suatu ketika, dalam rangka mencari anggota baru untuk tim kerja, saya menemui tiga orang muda, keren-keren, pintar-pintar –untuk diwawancara.

Nah, pertemuan dengan ketiga orang ini membuat saya jadi gatel membahas soal sesi wawancara kerja.

Begini: satu hal yang menarik dari percakapan bersama tiga orang tadi adalah jawaban mereka untuk pertanyaan: mengapa melamar ke perusahaan XYZ –tempat saya kerja sekarang.

Jawaban yang saya terima seperti ini:
1. Saya ingin pindah karena tempat kerja saya sekarang nggak asyik.
2. Saya mau kawin, mau punya anak, jadi penghasilan saya harus lebih bagus, lebih tinggi.
3. Saya mau memperbaiki kondisi ekonomi saya, dan saya dengar kantor ini memberi gaji yang bagus.

Mendadak saya merasa ada yang kurang pas dengan jawaban-jawaban itu.
Sungguh tidak salah kalau orang mau memperbaiki taraf hidupnya.
Tidak salah juga cari duit lebih buat tabungan anak sekolah nanti.
Jelas boleh lepas dari kantor yang terus-terusan memaksa kita lembur….
Sangat tidak salah.

Hasrat, niat, tekad punya hidup yang lebih baik, itu penting. Bahkan harus ada.
Tetapi saya merasa itu urusan pribadi. Saya tak perlu tahu. Tepatnya bukan urusan saya. Kondisi sekarang kurang oke? Saya turut bersimpati. Kondisi keuangan jadi lebih baik setelah kita bekerja sama nanti? Syukurlah, saya ikut senang. Tetapi –sekali lagi- itu cita-cita pribadi dan silakan simpan di dalam hati. Jangan diumbar keluar. Tak perlu saya tahu dan bukan tolok ukur saya untuk menerima salah satu atau salah tiga dari kandidat yang melamar itu.

Yang saya mau tahu cuma ini:
• Apa baiknya buat perusahaan dan tim saya bila mengambil salah satu atau salah tiga pelamar ini.
• Ada kekayaan apa yang tersimpan di sel-sel kelabu otaknya yang membuat tim saya nanti bisa bekerja lebih baik?

Nah, berangkat dari itu, baiknya menjawab apa?
Menurut saya, berdasarkan pengalaman nih: Sampaikan keahlian kita, dan cocokkan dengan lowongan yang ditawarkan. Keahlian kita akan membuat perusahaan ini tak lagi kerepotan dalam menangani masalah yang dihadapi.

Bagaimana caranya?
Coba ditengok pengalaman yang ada selama ini: adakah yang cocok dan pas dengan urutan pekerjaan yang akan dijalani nanti? Belum punya pengalaman kerja? Coba periksa pengalaman berorganisasi atau dasar pendidikan yang dimiliki. Tidak cocok juga? Bisa jadi kegiatan yang sejalan dengan minat justru sangat mendukung dan menjual.

Gampangnya gini:
Ketika melamar menjadi bagian sebuah perusahaan, kita itu seperti bersiap masuk ke proses pembuatan mobil. Kita jadi ‘apa’ dari mobil yang akan dijual itu? Stir-nya? Roda? Tuas persneling? Pedal rem atau gas? Kaca spion? Bumper? Atau pasukan sekrup, baut yang kelihatannya kecil, murah, tapi punya peran super penting dalam menyatukan semua unsur-unsur besar itu?

Put yourself in the big picture.
See how you become a part of the project, a useful one, then promote it. Sell it.

Begitu melihat posisi atau ‘kegunaan’ kita pada sebuah perusahaan, promosikanlah kepada orang yang mewawancara kita. Buat ia yakin bahwa kehadiran kita di sana akan membuat proyek atau perusahaan jadi lebih laju, lebih keren, lebih asyik. Ketika mereka setuju dengan promosi itu, maka tawar-menawar yang bisa berdampak pada perbaikan isi kantong akan terjadi dengan menyenangkan.

Begitulah.
Semoga setuju. Dan nanti dilanjutkan lagi.
Selamat bekerja, selamat mencatat cerita sukses hari ini. ☺

About rgaudiamo

a mother, a writer, an occasionally singer
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

5 Responses to Pada Sebuah Sesi Wawancara -catatan dari seberang meja

  1. dehawe says:

    jadi ingat, suatu hari mewawancarai kandidat bersama Reda, dan mendapat jawaban dari kandidat yang kurang lebih sama dengan contoh yang dikemukakan di paragraf awal karangan ini… 🙂

    Like

  2. Saya ingat saat ditanya kenapa minat masuk ke perusahaan sekarang? Jawaban saya waktu itu: saya suka menulis, memotret, tanaman, dan suka naik gunung. Saya kira, kalau diterima, saya bisa melakukan itu semua :D. Tidak terpikir untuk memberi jawaban, apa untungnya perusahaan merekrut orang kayak saya.

    Like

    • rgaudiamo says:

      Mbak Titik…
      Terima kasih sudah mampir dan bersedia berkomentar.

      Mbak Titik,
      Jawaban Mbak saat diwawancara adalah jawaban yang dinanti pewawancara. Sangat tepat. Karena dari sana penanya tahu apa yang Mbak Titik bisa lakukan, tugas apa yang bisa Mbak kerjakan, dan tantangan apa yang bisa Mbak taklukan.

      r

      Like

  3. Herman Tan says:

    Saya tidak setuju sih dengan uraian Anda. Saat kita tanya kenapa mereka apply pekerjaan di perusahaan saya, tentunya saya mau mendengar aspirasi mereka, big dream mereka, passion dan lainnya. Naif dan cenderung palsu jika jawaban dari niat mereka adalah untuk somehow memajukan perusahaan yang dilamarnya. Dari aspirasi pelamar, saya justru lebih dapat tahu kualitas pelamar tersebut.

    Like

    • rgaudiamo says:

      Selamat pagi, Mas Herman.
      Terima kasih sudah mampir ke “rumah saya” dan bersedia memberi komentar. Senang mendapat masukan dari Mas.

      Saya sangat setuju dengan komentar Mas, bahwa kita perlu tahu apa motif atau big dream mereka. Dan sebetulnya itu juga yang sangat saya ingin dengar ketika berada di seberang meja wawancara. Kita ingin mendengar jawaban mereka yang berhubungan dengan pekerjaan yang dilamar. Dan itu membuat kita tergerak. Ya, kan Mas?

      Tetapi kadang rasa tertarik hilang, ketika jawabannya melulu tentang goal pribadi terkait mengembangkan keluarga, keuangan pribadi…. Menurut saya, biarlah itu menjadi agenda pribadi. Tetapi saya pasti jadi semangat ketika jawabannya adalah: dalam 5 tahun lagi, saya akan menggantikan Anda. Wah, itu keren.

      Saya sangat berharap calon pekerja/pelamar membaca komentar kita ini dan menjadikannya manfaat buat mereka, ya.
      Sekali lagi terima kasih, Mas Herman.
      Sukses untuk hari ini.

      r

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s