Satu Hal Yang Membuat Hati Senang


mulvey-3

Sudah sebulan ini, hampir tiap malam, saya mendesain. Mulai dari membuat cover album baru AriReda, buku NaWilla Edisi Bahasa Jerman, membereskan cover CD Gadis Kecil, Becoming Dew, Jadi Warga Dunia-nya Mbak Eileen…

Saya bukan desainer grafis.
Tapi entah bagaimana, saya jadi suka dengan pekerjaan desain yang satu ini. Senang rasanya menata gambar, teks, dan elemen grafis lainnya di sebidang kosong. Geser gambar, efeknya lain. Ganti type face, rasa yang muncul berbeda. Begitu juga dengan menambah atau menghilangkan garis.

Saya bukan desainer grafis. Kursus pun tak pernah. Tapi desain grafis amat sangat menggoda. Pertama mengenal cara kerja desainer grafis yang baik dan benar dari pacar yang sekarang jadi suami.

Melihatnya menata cover buku, majalah, poster, apa saja…. Kelihatan begitu mengasyikkan. Dari dialah saya belajar bahwa setiap unsur, elemen yang kita pakai pada sebuah desain, itu ada maksud dan tujuan. Mengapa ada titik di sini? Karena diperlukan. Bukan karena “suka aja” atau “kayaknya oke”. Begitu juga dengan garis, memperbesar atau memperkecil gambar dan foto, huruf sheriff atau non sheriff, pilihan warna. Semua ada tujuan dan maksudnya.

Penerapan dari ajaran pacar itu, saya lihat dan alami lewat kerja sama saya bersama Bebe Indah Miriam. Kami berdua adalah anak baru di Majalah Gadis. Artikel saya hampir selalu di-lay-out oleh Bebe. Ketika sedang mengerjakan artikel itulah saya sering duduk di sampingnya. Saya lihat bagaimana ia membaca artikel sampai habis, memeriksa foto-foto, baru mulai me-lay-out. Tak pernah ada artikel ditata tanpa dibaca lebih dahulu. Kemudian saya sering memberi referensi lay out yang saya suka untuk artikel tertentu. Kami berdiskusi.

Jaman itu, menata halaman majalah tak seperti sekarang. Beda dengan sekarang yang dari komputer langsung jadi plat dan naik cetak, dulu belum ada komputer. Jadi materi yang sudah diketik, diubah jadi bromide, ditempel di kertas dipadukan dengan fotokopi gambar, setelah materi berangkat lewat separasi warna, jadi 4 helai film CMYK, dipindah ke plat, baru cetak. Ruwet. Tapi proses ini membuat saya belajar banyak. Dan membuat art director membaca teks. Mau nggak mau memang harus dibaca, karena kalau sudah sampai ke bagian bromide ada yang salah, harus pesan teks baru…. Ribet dan berbiaya.

Dari Bebe saya satu hal penting: orang beli majalah untuk dibaca dengan enak. Jadi gambar harus cukup besar dan teks bisa dibaca dengan lancar. Kalau gambarnya jelek, orang malas baca. Kalau teks kekecilan dan berantakan, orang juga nggak baca. Jadi nggak bisa cuma salah satu yang oke. Dua-duanya oke.

Banyak pelajaran yang saya dapat dari Bebe, juga pacar. Semua masuk begitu saja tanpa pernah berpikir akan menerapkannya sendiri. Mungkin seperti tabungan uang receh, masuk sedikit-sedikit ke celengan.

Saya suka desain. Tetapi tak terpikir akan melakukan pekerjaan desainer grafis. Hingga pada suatu hari, ketika hendak meluncurkan album Gadis Kecil (2005), saya melakukan kegiatan itu. Semua karena tak sabar menunggu bantuan datang.  Saya pikir, itu akan jadi proyek desain saya yang pertama dan terakhir. Ternyata tidak. Setelah itu, ada album Becoming Dew. Setelah cover album, beranjak ke buku sendiri yang isinya kumpulan cerpen, lanjut ke booklet, majalah, signage toko, kartu nama, kartu pos, dan yang terakhir (berjalan bersamaan prosesnya): cover album AriReda yang kedua dan buku Mbak Eileen Rachman. This is a “big project” for me.

Saya jelas bukan desainer grafis.
Dan mungkin tak akan pernah jadi desainer grafis handal dan keren seperti Bebe Indah Miriam, atau pacar eh suami yang sekarang lebih suka memotret dan bertukang. Tapi apa pun hasilnya, saya pasti akan kerjakan lagi dan lagi.
Karena saya suka. Karena mengasyikkan. Karena membuat saya senang.

Itu saja.

“Life only comes around once, so I do whatever makes me happy…

About rgaudiamo

a mother, a writer, an occasionally singer
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

One Response to Satu Hal Yang Membuat Hati Senang

  1. Takatik says:

    Desainer grafis memang pekerjaan yang asik. Kadang susah sih, memang. Tapi, hei — paling nggak kita bisa berkarya dan melihat warna-warni yang indah, dibayar pula! Gimana nggak asik, coba?

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s